Tangerang, -- Pembangunan tiang Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 150 kV di Desa Sodong Manoga kini jadi perbincangan dan komplain warga akan dampak reaksi, Senin, 19 Januari 2026.
Pembangunan tiang SUTET di Kampung Sodong Manoga Desa Sodong Tigaraksa Tangerang yang sekitar 7 / 8 meter adalah jalan keluar masuk warga aktif.
Dampak rumah dekat SUTET diduga berbahaya untuk kesehatan karena Medan elektromagnetik (EMF) dari SUTET dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang jika jaraknya terlalu dekat.
Jon salah satu pengawas kerja pemasangan tiang SUTET mengatakan, kalau saya pengawas pak, jika ada kerjaan yang tak sesuai saya akan tegur.
Kalau untuk pelaksanaan yaitu Joko Bokk pak silahkan saja hubungi dia, ucapnya.
Ditempat yang sama seorang warga bernama Jum menjelaskan, saya mah diberikan kompensasi saat pemasangan kabel SUTET karena melewati atas rumah.
Kalau yang lainnya belum ada sih pak bantuan apa aja. Kalau memang ada langsung aja ke kita warga jangan RT atau RW lagi, ungkapnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh ibu Nonen, kita sama pak belum dapat apa-apa dari pembangunan SUTET ini, janji sama saat pemasangan kabel.
Tak jauh dari tower sekitar 9 meter pak Tamin dan istri saat diwawancarai membeberkan, kalau dari pihak tiang SUTET tidak ada pengertian kepada kami yang terdampak reaksi dari kabel tenaga tinggi ini.
Sempat sih, ucapnya serempak suami istri, pak lurah akan berikan tapi nanti tapi entah kapan. Inikan tiang SUTET bukan tiang tower, karena seumur hidup akan berdiri, cetusnya.
Lanjut istri Tamin, kita biasa tidur enak pak, sekarang gak bisa lagi kekhwatiran setelah tiang SUTET didirikan, ya takut roboh siapa yang tanggung jawab manalagi reaksi terhadap banda banda elektronik juga kesehatan, sesalnya.
Semalam ada sih ngasih uang, ya uang parkir kendaraan yang menurunkan alat alat untuk tiang SUTET, bukan kompensasi, terangnya.
Ditempat yang berbeda, RT saat dikonfirmasi mengungkapkan, kalau untuk pembangunan tiang SUTET kita sudah bicara sama warga, kalau memang tidak mau berdiri disitu ayo kita bersama sama untuk menolak.
Memang, warga yang sebelah SUTET sudah komplain ke desa juga karena rumahnya terdampak reaksinya, ucapnya.
Sedangkan Joko saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp ceklis satu.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi 1


