Iklan

* Investigasi Proyek Air Bersih Tangerang: Pipa Paralon Non-Standart Ditemukan, Ada Indikasi Kejahatan dan Pengawasan Cacat, *

Metro Nusantara
Minggu, 30 November 2025, 22.44.00 WIB Last Updated 2025-11-30T16:01:35Z






Proyek vital pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) di Kampung Garobok, Desa Cisoka, Kabupaten Tangerang, kini berada di tengah badai kontroversi.


Proyek yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp148.990.000,00 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 ini, diduga kuat mengalami penyimpangan material mendasar yang secara langsung membahayakan kesehatan ribuan masyarakat penerima manfaat.


Proyek yang dikerjakan oleh CV. Nurard Mahafath Nusantara di bawah pengawasan Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang, dengan jadwal pengerjaan 17 Oktober – 25 November 2025, kini dipertanyakan kualitas dan integritasnya.


Dalam investigasi mendalam dan terperinci yang dilakukan tim awak media bersama Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) Tangerang di lokasi pada Kamis (27/11/2025), ditemukan indikasi krusial penggunaan pipa paralon yang sama sekali tidak memenuhi Standart kwalitas mutu 


Ketua DPK GN-PK, Benni Suroso, mengecam keras temuan tersebut, menyebutnya sebagai cacat fatal yang akan berdampak buruk dan permanen pada kualitas SAB.


"Kami menemukan pemasangan material Paralon non-standar pada seluruh instalasi air bertekanan, mulai dari mesin satelit dengan pipa berukuran 3−4 inci untuk Debit air , hingga saluran distribusi berukuran 1 atau 1,5 inci," tegas Benni.


"Pengabaian standar mutu ini akan sangat memengaruhi tendangan debit air dan mutu air yang disalurkan. Ini adalah kelemahan pengawasan yang tidak bisa ditoleransi dan berbau indikasi korupsi," lanjutnya dengan nada tegas.


Lebih jauh, Benni Suroso menyoroti dampak kesehatan serius yang mengancam masyarakat. Paralon non-standar disinyalir memiliki potensi tinggi melepaskan zat kimia berbahaya, termasuk timbal, kadmium, dan ftalat, langsung ke dalam aliran air minum yang dikonsumsi warga setiap hari.


"Material paralon yang tidak sesuai standar mutu berpotensi besar mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan kesehatan kronis, seperti masalah ginjal, saraf, dan gangguan perkembangan pada anak-anak".


"Dugaan pemasangan material yang tidak sesuai spesifikasi ini bukan hanya masalah teknis proyek, melainkan indikasi kejahatan yang mengancam kesehatan dan keselamatan manusia di Kampung Garobok." tambahnya. 


Saat awak media berupaya meminta konfirmasi di lokasi, situasi diwarnai kurangnya transparansi. Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya hanya memberikan jawaban yang tidak konkret dan mengelak dari tanggung jawab terkait spesifikasi material.


"Tidak tahu, Pak, saya hanya kerja saja. Kalau soal itu, disuruh menghadap ke Pak Didi," ucap pekerja tersebut, yang mengindikasikan adanya rantai informasi yang terputus dan upaya menghindari tanggung jawab di tingkat pelaksana.


Tim Media dan DPK GN-PK berkomitmen penuh untuk mengawal tuntas kasus ini. 


Upaya konfirmasi data dan penjelasan resmi dari Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertamanan (Perkim) Kabupaten Tangerang akan terus dilanjutkan sebagai tuntutan tegas akuntabilitas publik atas penyalahgunaan anggaran daerah yang berpotensi merugikan negara dan membahayakan nyawa rakyat.


urip & tiem

Komentar

Tampilkan

  • * Investigasi Proyek Air Bersih Tangerang: Pipa Paralon Non-Standart Ditemukan, Ada Indikasi Kejahatan dan Pengawasan Cacat, *
  • 0

Terkini

Topik Populer