Lampung Selatan, -- Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni memastikan kesiapan dalam memberikan pelayanan dan pengamanan selama angkutan Lebaran Idul fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Kapolsek KSKP Bakauheni, AKP Fedro Alfianto, mengatakan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan sesuai arahan dari Mabes Polri, Polda Lampung hingga Polres Lampung Selatan.
Menurutnya, selama masa angkutan Lebaran, pihaknya fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama pemudik yang akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.
“Kami dari KSKP tetap merujuk arahan dari pimpinan, mulai dari Mabes Polri, Polda hingga Polres. Selama angkutan Lebaran 2026 ini kami memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik untuk arus keberangkatan dari Bakauheni menuju Merak maupun berbagai informasi yang dibutuhkan pemudik,” ujar AKP Fedro, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat juga dapat memperoleh berbagai informasi penting selama arus mudik, seperti jadwal kapal, lokasi posko kesehatan, hingga layanan pengaduan melalui hotline 110 yang disediakan kepolisian.
Selain itu, seluruh personel yang bertugas di kawasan pelabuhan juga bekerja sesuai petunjuk pelaksanaan dari pimpinan serta bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada di Pelabuhan Bakauheni.
Dalam pengamanan angkutan Lebaran tahun ini, KSKP Bakauheni menyiapkan sebanyak 49 personel yang ditempatkan di Pos Pelayanan (Posyan) Bakauheni dan dibagi menjadi dua regu.
AKP Fedro menambahkan, pihaknya juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang hendak mudik. Warga yang ingin menitipkan kendaraan dapat melapor ke KSKP Bakauheni dengan membawa surat-surat kendaraan untuk dilakukan pendataan.
“Kami mengusung tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Artinya, kami ingin memastikan arus mudik berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat yang bepergian dapat berkumpul dengan keluarga dengan rasa nyaman,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan, seperti mematikan aliran listrik, kompor gas, serta membuka regulator tabung gas.
“Masyarakat juga kami imbau berkoordinasi dengan RT atau RW setempat jika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk mengantisipasi potensi tindak kejahatan seperti pencurian rumah kosong,” pungkasnya.
Penulis: Liana Saputri


